Keluarga Paduan Angklung Institut Teknologi Bandung

081809666554Call Us On

Pasar Rakyat Salman 2014

Akhir minggu ketiga bulan April yang lalu (19/4/2014) tampak ada yang berbeda di area Masjid Salman ITB. Kawasan ini biasa dikenal dengan kesibukan kegiatan keagamaan bagi umat agama Islam karena di sana terdapat sebuah masjid besar yang cukup terkenal di Bandung  yaitu Masjid Salman dan juga dikenal akan ramainya sebuah kantin serba makanan yang harganya pas di kantong mahasiswa. Pada hari tersebut, tampak ada sebuah kesibukan lain yang menambah keramaian kawasan Salman. Ya, Pasar Rakyat Salman, itulah nama acara yang diadakan selaman 2 hari di sana, tepatnya tanggal 19-20 April 2014. Rupanya itu tersebut merupakan salah satu sub-kegiatan yang tergabung dalam rangkaian acara Milad Salman ITB Ke-50 yang sebenarnya jatuh pada tanggal 29 Maret.

Pasar Rakyat Salman (ruang latihan)

Gambar 1. Tim Penampilan KPA untuk Acara ”Pasar Rakyat Salman” 2014

Dalam acara “Pasar Rakyat Salman”, panitia menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang dirasa mampu merakyat dalam arti dapat dinikmati dan bermanfaat bagi masyarakat secara umum. Kegiatan tersebut antara lain kuliner, bazaar, Riungan Binangkit (seminar Indonesia Bangkit), pengajian budaya, talkshow kebudayaan, dan masih banyak lagi. Tak hanya itu, ada juga acara hiburan yang mampu menambah semarak acara tersebut. Mahasiswa ITB yang bisa dikatakan sangat sering mengunjugi kawasan tersebut baik untuk beribadah, belajar, berorganisasi, atau sekedar merenung juga tak mau ketinggalan untuk berpartisipasi dalam acara tersebut. Unit Kebudayaan Mahasiswa KPA (Keluarga Paduan Angklung) ITB berkesempatan untuk unjuk diri dalam sesi acara hiburan “Pasar Rakyat Salman”.

Pasar Rakyat Salman (persiapan) Gambar 2. Gladi Bersih Penampilan “Pasar Rakyat Salman” di Ruang Latihan KPA

Pasar Rakyat Salman (main)

Gambar 3. Penampilan KPA ITB di Panggung “Pasar Rakyat Salman”

Salah satu tim penampilan KPA ITB unjuk diri dalam acara Pasar Rakyat Salman denganmempersembahkan dua buah lagu, yaitu lagu Manuk Dadali dan lagu Maojang Priangan. Kedua lagu yang ditampilkan tersebut tentu sudah mengalami gubahan yang dibuat demi mempercantik dan memperdalam makna lagu agar bisa dengan nyaman dinikmati oleh pendengar, bahkan pada lagu Mojang Priangan juga diiringi dengan lantunan lirik lagu yang merdu dari salah satu penampil KPA. Hal tersebut membuat tim penampilan KPA yang berbalut busana bernuansa batik tersebut terlihat elegan dalam memainkan kedua lagu tersebut. Terbukti bahwa penampilan dua lagu tersebut sangat menarik bagi penonton bahkan sampai penonton anak-anak. Banyak penonton yang masih dalam jenjang pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) sampai tertarik untuk belajar memainkan angklung itu sendiri. Mereka pun diundang untuk naik ke panggung hingga tempat yang disediakan penuh sesak dan belajar teknik dasar bermain angklung untuk lagu tertentu.

Pasar Rakyat Salman (anak-anak latih)

  
Pasar Rakyat Salman (anak-anak)

Gambar 4 dan Gambar 5. Antusiasme Anak-anak untuk Belajar Memainkan Angklung

Acara Pasar Rakyat Salman memang sungguh bermanfaat bagi masyarakat karena di dalamnya kita bisa bermain sambil belajar menggali ilmu dengan suasana yang enjoy. Dengan berpartisipasi dalam kegiatan seperti ini sebenarnya KPA juga sudah mengembangkan salah satu budayanya yaitu Pengabdian Masyarakat” jika dilihat dari sisi bahwa acara tersebut diperuntukkan untuk memberi hiburan bagi rakyat. Seru bukan penampilan yang dipersembahkan KPA? Jika ingin tahu lebih lanjut, silakan simak video-video di bawah ini dan nantikan persembahan KPA di acara-acara lainya.

Manuk Dadadi – KPA ITB – Pasar Rakyat Salman - Sabtu, 19 April 2014

[youtube id="9FSmNaD8ewM&feature=youtu.be"]

Mojang Priangan – KPA ITB – Pasar Rakyat Salman - Sabtu, 19 April 2014

[youtube id="-KheJTJLv58&feature=youtu.be"]