Keluarga Paduan Angklung Institut Teknologi Bandung

081809666554Call Us On

BUMBU PENGHASIL ANGKLUNG

Alat musik yang bernama angklung ini telah menjadi warisan budaya tak benda yang ditetapkan oleh UNESCO. Bagaimana tidak? bentuk angklung sangat unik dan alunan nada nya pun indah. Angklung yang terbuat dari bahan dasar bambu ini mengeluarkan sebuah nada yang dapat diatur jenisnya. Untuk membuat angklung yang baik, diperlukan pemilahan bahan dasar bambu yang baik pula. Bambu yang dipilih dalam pembuatan angklung ini berusia minimal 4 tahun dan tidak lebih dari 6 tahun dan dipotong pada musim kemarau dari pukul 9 pagi sampai pukul 3 sore hari. Setelah dipotong kurang lebih 2-3 jengkal, bambu tersebut harus disimpan selama sekitar 1 minggu, agar bambu benar-benar kering. Karena bambu yang dipotong masih terdapat cabang, maka cabang tersebut harus dipisahkan dan kemudian bambu dipotong menjadi berbagai ukuran tertentu. Kemudian, bambu harus disimpan selama sekitar 1 tahun untuk mencegah dari gangguan hama. Setelah bambu selesai disimpan selama kurang lebih 1 tahun, barulah bambu tersebut dibagi menjadi beberapa bagian yang nantinya akan digunakan untuk membuat angklung, bagian tersebut diantaranya : 1. Tabung suara, tabung suara ini nantinya berguna untuk menghasilkan intonasi; 2. Kerangka, kerangka pada angklung berguna untuk menopang tabung suara agar tetap berdiri dan juga untuk memudahkan pemain angklung; dan 3. Dasar, berguna untuk menopang tabung suara.

Setelah semua bagian telah dibuat dengan lengkap, langkah selanjutnya adalah proses penyeteman. Proses penyeteman merupakan proses meninggikan nada dengan memotong bagian atasnya sedikit, dan menurunkan nada dengan menyerut kedua sisi bilah tabung dengan pisau. Proses penyeteman untuk lebih mudahnya dapat menggunakan tuner. Untuk menggunakan tuner, kita harus memperhatikan baik lampu di sebelah kiri dan kanan dari panel, dan juga jarum petunjuk. Setelah masing-masing tabung suara memiliki nada, tabung harus diletakkan ke dalam rangka dan untuk memperkuat angklung supaya tidak mudah lepas, maka diperlukan pengikatan rangka dengan tali rotan.

Setelah selesai membuat angklung, pastinya perlu ada pemeliharaan angklung bukan? agar angklung yang telah dibuat tetap tahan lama dan tidak mudah rusak. Pemeliharaan angklung diantaranya : 1. Penyimpanan angklung sebaiknya dengan cara digantung, tidak ditumpuk, 2. Penyimpanan angklung haruslah di tempat kering dan tidak lembab dengan temperatur sekitar 25-33°C, 3. Jangan simpan angklung di tempat terbuka yang mendapatkan sinar matahari atau hujan secara langsung, 4. Untuk memelihara angklung dari penjamuran dan rayap, gunakan obat anti rayap dan jamur produksi SAU secara teratur 2 minggu sekali dengan proses penyemprotan, 5. Untuk menjaga kualitas suara lakukanlah penalaan atau re-tuning angklung secara berkala, dan 6. Bagi angklung yang disimpan di daerah panas dengan suhu temperatur > 30°C terkadang menyebabkan sedikit retak pada pangkal tabung. Hal ini tidak mengganggu suara, dan penanganannya cukup diberikan lem kayu.

Sebenarnya cukup sulit untuk membuat angklung, karena diperlukan keterampilan khusus agar menghasilkan sebuah angklung yang baik. Belum lagi membutuhkan waktu yang lama, sayang sekali jika kita membuat angklung hanya 1 buah saja dan itu memerlukan beberapa tahun untuk selesai. Maka dari itu, daripada kita mempersulit diri dengan menghabiskan waktu untuk membuat angklung, kenapa tidak kita coba untuk merawat angklung yang sudah ada? dengan begitu, angklung yang sudah dibuat pun menjadi tetap terawat dan tidak cepat rusak. (disti)