Keluarga Paduan Angklung Institut Teknologi Bandung

081809666554Call Us On

Angklung Keliling Dunia

Angklung yang merupakan alat musik dari bambu asal Jawa Barat amat terkenal akan keindahan suaranya. Terlebih setelah resmi dikukuhkan oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia (The Intangible Heritage) pada 2010 silam, angklung pun semakin rajin berkeliling dunia untuk mengenalkan budaya Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya persembahan musik angklung yang dilantunkan di berbagai belahan dunia.

Pada 27 Oktober 2010, di London, kelompok musik angklung pimpinan Daeng Udjo berhasil menggetarkan Conway Hall dengan lagu Bohemian Rhapsody milik Queen. Sekitar 200 lebih undangan terpukau akan indahnya alunan angklung dalam acara pementasan pagelaran budaya yang bertajuk “The Heritage of Indonesia” yang diadakan KBRI London. Selain Bohemian Rhapsody, lagu You Raise Me Up juga turut dilantunkan oleh Daeng Udjo dan kawan-kawan.

Di Negeri Paman Sam, tepatnya di Washington DC, terdapat komunitas angklung yang bernama House of Angklung (HoA). Salah satu kegiatan dari HoA adalah Angklung Goes to School (AGTS) yang mengajarkan angklung bagi anak-anak di sekolah-sekolah Amerika. AGTS bermula dari pencatatan rekor dunia permainan angklung dengan peserta terbanyak yaitu 5.000 peserta di KBRI Washington DC. Setelah itu, rekor dipecahkan di Beijing tahun 2013 dengan 5.400 peserta, kemudian dipecahkan lagi di Adelaide tahun 2014 dengan 6.300 peserta, hingga akhirnya yang terakhir di Kota Kembang, Bandung, tahun 2015 dengan 20 ribu peserta.

Di Wellington pun angklung dikemas dengan nuansa berbeda, yaitu dengan flashmob. Kali ini digelar di The Hub, Victoria University of Wellington, flashmob dilakukan tidak hanya oleh orang Indonesia saja, tetapi juga orang Selandia Baru dan negara-negara lainnya. Flashmob yang diinisiasi oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia di Wellington (PPIW) juga merupakan sebuah undangan kepada masyarakat Wellington untuk menghadiri acara Indonesian Night yang akan mengenalkan budaya Indonesia ke masyarakat Selandia Baru.

Kali ini di negeri tirai bambu, Indonesia mengajak masyarakat Jepang untuk singgah menikmati keindahan alam di Indonesia lewat permainan angklung yang indah dalam Indonesia Week Osaka 2016. Bambu yang merupakan bahan dari angklung sudah amat akrab dengan warga Asia yang memanfaatkan bambu dalam kehidupan sehari-hari. Karena itulah, Indonesia Week Osaka 2016 ini mengusung tema Pesona 1000 Angklung Indonesia Pusaka. Selain angklung, acara ini juga dimeriahkan dengan tarian-tarian dan lagu daerah indonesia, dan juga perlombaan 17 Agustus yang khas dilaksanakan di Indonesia.

Selain di Osaka, perhelatan HUT Kemerdekaan RI ke-71 juga digelar di KBRI Oslo, Norwegia. Kali ini datang dari Keluarga Paduan Angklung ITB (KPA ITB) yang meramaikan acara HUT RI di KBRI Oslo. Tim KPA ITB membawakan lagu salah satunya Indonesia Pusaka dan Yamko Rambe Yamko. KPA ITB juga diundang untuk mengisi acara HUT ASEAN yaitu ASEAN Cultural Night yang diselenggarakan di Gamle Logen, Oslo. Tim KPA ITB berhasil memukau para undangan dengan melantunkan lagu My Heart Will Go On, soundtrack Mission Impossible, dan juga Yamko Rambe Yamko.

Indonesia kaya akan alamnya dan juga budayanya. Angklung merupakan salah satu dari banyaknya kekayaan budaya Indonesia. Semoga tidak hanya masyarakat luar negeri saja yang tertarik akan budaya Indonesia, tetapi kita sebagai bangsa Indonesia juga turut serta berpartisipasi dalam menjaga kekayaan budaya bangsa agar tidak dicuri bangsa lain. Semoga angklung akan terus lestari sebagai warisan budaya dari Jawa Barat.(nabiilah)